Sepatuku Melayang

Jadi begini ceritanya…
Kamis minggu kemarin sepulang dari acara Ngisi Bareng SPT Tahunan di sebuah universitas swasta di daerah Menanggal, hujan begitu derasnya. Dan motorku parkirnya agak jauh dari gedung. So…kloncom juga akhirnya. You know kloncom? Kloncom tuh basah kuyup. Sepatuku juga basah. Tapi gakpapa deh, yang penting khan bisa pulang lebih cepat karena dapat surat tugas. Keesokan harinya sepatu masih basah, so aku pakai sepatu cinderella yang biasanya kusimpan di dalam mobil. Memang di dalam mobilku ada beberapa pasang sepatu dan sandal. Ada dua pasang sepatu kets, sepasang flat shoes, dan dua jenis sandal bertali minimalis. Maklum, aku lebih nyaman kemana-mana pake sandal jepit. Jadi sepatu dan sandal di mobil itu buat jaga-jaga kalau aku harus ke suatu tempat yang tidak sepantasnya aku pakai sandal jepit. Kalau ke kantor sih biasanya aku pakai loafer shoes. Tahu nggak kenapa aku sebut flat shoesku sepatu cinderella? Because I bought one size below the size that fits on me. Jadi tuh sepatu imut banget di kakiku, sampe sakit dipakainya. Makanya jarang-jarang kupakai.

Loafer shoes

Hari Senin, aku mau pakai sepatu yang basah kena hujan tempo hari. Pasti dah kering lah. Aku cari-cari nggak ketemu juga. Aku nanya ke anak-anak kemana sepatuku. Kata anak-anak dijemur Mbah Putri di atas mobil. Gubrakkkssss…...I often tell anyone not to put something there. Cause anyone else might not notice it when using that car. Lha padahal hari Sabtu tuh mobil kupakai ngantar anak-anak ke sekolah. Aku cari di carport ngggak ada, aku cari di depan rumah nggak ada juga. Coba bayangin, jadi aku hari Sabtu kemarin tuh mengendarai mobil dengan sepatu di atasnya dan entah jatuh dimana tuh sepatu. Apa yg dipikirkan orang ketika melihatku seperti itu? Jangan2 mereka mengira aku dah stress #tepokjidattt…..

Akhirnya Senin itu aku ngantor pakai sepatu cinderella lagi. Pagi itu pandanganku menyapu bersih jalanan yang kulalui. Berharap bisa kutemukan kembali sepatu kesayanganku. Sampai keluar dari perumahan belum kutemukan juga. Mungkin seseorang sudah menemukannya dan memanfaatkannya. Sudahlah relakan saja. Sampai di jalan raya, sepanjang jalan sebelum Aloha, pandanganku menangkap sepasang sepatu berwarna hitam tergeletak di jalan dengan posisi menghadap ke bawah. Sepasang sepatu itu berjarak sekitar dua meter. Sepertinya itu sepatuku deh wkwkwkwk. Bentuknya sudah menyedihkan banget. Maklumlah sudah dua hari dilindas mobil dan motor. Sempat kepikiran memungutnya dari jalan sih, tapi sepertinya terlalu beresiko karena lalulintasnya padat banget. Yo wes lah, next kalau mau pake mobil lihat-lihat dulu ke atapnya, jangan2 ada sesuatu disana. Coba banyangin klo yang kebawa barang lain, bantal yang dijemur disitu misalnya…wkwkwkwk tambah lucu kali ya #ngabayangin

 ***

Tender, Love, and Care

Siang yang meredup, March 18th, 2014

Gambar diambil dari web

Advertisements

3 thoughts on “Sepatuku Melayang

  1. hihihi, kalau saya naik motor malah sandal jepitnya jatuh beneran di tengah jalan mba. Gara-garanya kakiku tak slonjorin di pedal, malah jatuh. Diambil lagi deh ke tengah jalan, alhamdulillah tengah agak minggir, 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s