Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘Anakku Mari Kita Bicara’ Category

Aisyah adalah anakku yang nomor tiga. Aku memberinya nama Aisyah dengan harapan dia secerdas dan selincah Bunda Aisyah istri Nabi Muhammad SAW. Tahun ini umurnya akan genap delapan tahun. Dibandingkan saudara-saudaranya, Aisyah memang lain. Dia lebih ekspresif. Dia yang selalu memberiku surat-surat pendek bertuliskan “I love you, Mom”, “Mama cantik deh”, “Aku sayang Mama” dan sebagainya yang biasanya dia selipkan diantara meja rias yang berada di kamarku. Atau surat pendek yang berisi “pengakuan dosa” maupun komplain yang bertuliskan “Mama tadi HP mama yang dibawa Kakak Ais ke sekolah dirampas ustadzah”, “Kakak Ais benci Mama”, “Mama nanti malam temani Kakak Ais tidur ya” dan sebagainya yang biasanya dia serahkan ke aku langsung untuk memastikan aku membacanya. Ah…surat-suratnya mampu membuat rasa penatku sepulang kerja tiba-tiba menguap entah kemana, apapun isi suratnya. Aku suka pembawaannya yang ekspresif itu.

(more…)

Read Full Post »

i'ktikaf

“Mama, Malam ini Kakak ingin i’tikaf di masjid” katamu begitu sampai di rumah seusai sholat Isya. Sesaat, Mama yang belum bisa sepenuhnya menangkap maksudmu hanya bisa memandangi wajah tampanmu dan mencoba mencari jawabnya di sana.

“I’tikaf? Malam ini? Ada apa di masjid? Ngapain saja di sana nanti?” Pertanyaan beruntun Mama tampaknya membuatmu kurang suka. Maafkan Mama, Sayang. Mendengar istilah i’tikaf, pikiran Mama langsung teringat dengan bulan Ramadhan sedangkan saat ini bukan bulan Ramadhan, lantas kenapa ada i’tikaf? Hihihihi kuper banget ya Mama…

“Di Masjid sedang ada JT, Ma. Tadi siang datangnya. Kakak pengen i’tikaf sama mereka” Jawabmu yang akhirnya membuat Mama mahfum.

Ya…Mama perhatikan setiap kali mereka mendatangi masjid komplek perumahan kita, kau begitu antusias untuk berada diantara mereka. Ini terjadi sejak Abahmu tidak lagi membersamai kita. Mama tahu, rasa kangen kepada Abahlah yang membuatmu ingin berada diantara mereka karena Abah dulu juga pernah aktif di organisasi tersebut. Mungkin berada di dekat mereka membuatmu merasa dekat dengan Abahmu. Mama masih ingat ketika pertama kali kau berinteraksi dengan mereka, kau lalu mencari-cari jubah dan sorban Abah yang Mama simpan. Kau mencoba memakai sorban itu. Ah….Tak sanggup Mama melihatnya waktu itu, entah kenapa. Rasanya kau terpaksa menjadi dewasa sejak Abah nggak ada.

“Mama antar ke masjid yuk. Mama ingin nitipin Kakak ke ketua rombongannya” Melihat matamu yang berbinar-binar setiap kali menceritakan kedatangan mereka ke masjid komplek perumahan kita membuat Mama tidak kuasa menolak permintaanmu. Mukamu yang tadi murung tiba-tiba cerah kembali.

Sesampainya di masid ternyata sudah menunggu beberapa temanmu disana. Teman-teman yang sering kau jemput satu persatu agar mereka mau sholat jamaah di masjid. Rupanya kau berhasil pula mengajak mereka untuk i’tikaf malam ini. Mama bangga kepadamu, Sayang. Kerena kau mengajak teman-temanmu berbuat kebaikan, walau kadang pikiranmu tidak sejalan dengan pikiran Mama. Kadang Mama berpikir “ngapain sih sholat di masjid pake dijemput segala? repot amat”. Mama harusnya bersyukur punya anak seperti kamu, yang ingin berbuat baik tanpa menimbang untung rugi, repot nggak repot dan pertimbangan-pertimbangan lainnya. Mama bangga padamu, Sayang. Sungguh…

Akhirnya Mama harus merelakan kau i’tikaf di masjid malam ini. Mungkin Mama akan merelakan kau lebih banyak bersama mereka jika itu yang kau inginkan, agar terbentuk karakter positif pada dirimu, seperti halnya Abahmu dulu. Lebih dari itu, tak sanggup Mama melihat kerinduanmu kepada Abah. Tahukah kau, Sayang…kerinduanmu itu mengoyak perasaan Mama karena Mama tak pernah sanggup mengobatinya. Apapun yang Mama lakukan, tak akan pernah bisa menggantikan sosok Abah dalam hidupmu. Merelakanmu “menapak tilas” sebagian masa lalu Abahmu agar kau merasa dekat dengannya, itulah yang bisa Mama berikan untuk mengobati kerinduanmu itu.

***

Dian Widyaningtyas

Tender, love, and Care

Awal tanggal 28 Desember 2013, diantara buliran bening yang tak sanggup kutahan…

Foto diambil dari sini

Read Full Post »

LifeBlog

Biblical, Authors' and Writers' Views on Life Issues!

Wild Rose Coffee

When Pleasure and Pain collide...

Ruang Aksara

“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat & dari sejarah.” -Pramoedya Ananta Toer

Gotta Find a Home

Conversations with Street People

Dream, Play, Write!

Today, make a commitment to your writing.

Eric Carlson (awolsurfer)

Building a Business While Still Having a Life...

playwithlifeorg

4 out of 5 dentists recommend this WordPress.com site

keithgarrettpoetry

Smile! You’re at the best WordPress.com site ever

meganelizabethmorales

MANNERS MAKETH MAN, LOST BOYS FAN & PERPETAUL CREATIVITY.

MENU WISATA DIENG

Portal Wisata Dieng Plateau, Jawa Tengah, Indonesia

Badfish & Chips Cafe

Travel photos, memoirs & letters home...from anywhere in the world

IrPani'S BloG

“Traveling – it leaves you speechless, then turns you into a storyteller.” – Ibn Battuta

Simply Made Kitchen and Crafts

Wholesome family living, simple recipes and crafts

Rahmatullah Barkat's

My life, my hobbies, my story

Fluffy Sensations

Cake me up before you take my bread away

Sew Many Memories

Sewing many memories, when yarn become fabrics, and needle runs up and down gathering those fabrics, and I fill it with love.

alifemoment

Colourful Good Food & Positive Lifestyle

%d bloggers like this: