Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘rindu’

Red

 

Mestinya kau tahu

Manakala jarak dan waktu terbentang diantara kita

saat itulah kurasakan rindu

 

Dan mestinya kau tahu

Manakala sekat-sekat diantara kita membuat dirimu terasa jauh dari jangkauan angan

Saat itulah kurasakan rindu

 

***

Tyastlc

Early September 5th, 2016

Still can’t sleep…..

Advertisements

Read Full Post »

Kepadamu Aku Akan Kembali

Apa kabar, belahan jiwa?
Lama sudah kita tak bertemu
Dalam canda dan tawa semu
Antara duniaku dan duniamu
Bukan karena aku melupakanmu
Sungguh bukan itu
Ketika sejenak aku menjauh darimu
Jangan pernah risaukan itu
Karena kepadamu aku akan kembali
Disaat ingin kugantungkan lukisan duka berbingkai tawa
Yang kugoreskan disepanjang langkah kakiku tanpamu
Pada dinding-dinding kenangan yang semakin dingin dan beku
Atau kubisikkan senandung sunyi berlirik rindu
Yang kugubah disepanjang langkah kakiku tanpamu
Pada tirai-tirai masa lalu yang semakin kusam dan pudar
Dan kepadamu pula aku akan kembali
Bersama rindu yang gagu.

Tyastlc
Sebuah elegi rindu untukmu
August 22nd, 2014

Read Full Post »

Duhai

Taken from Bing

Taken from Bing

Duhai jiwa yang tenang
Dimanakah akan kutemukan dirimu?
Apakah diantara semilir angin yang meningkahi senyapnya malam?
Ataukah diantara redupnya sinar rembulan yang membuai pucuk-pucuk dedaunan?
Entahlah…

***

 

Dian Widyaningtyas
Tender, love, and care
Di ujung malam yg sunyi, sepi dan sendiri.
Januari 8th, 2013

Posted from WordPress for BlackBerry.

Read Full Post »

Silhouette

burung silhuete

Ratusan kata berloncatan kesana kemari dan berserakan di dalam pikiranku

Tanpa sanggup kurangkai menjadi sesuatu yang bermakna

Agar bisa kugambarkan rasaku kepadamu

Atau sekedar kubisikkan rintih hati

Yang lelah mengembara tak tahu arah

Antara mencari sosokmu yang senyata silhouette

Atau melupakanmu sampai ke alam bawah sadarku

Tahukah dirimu aku merindui semua tentangmu?

Tahukah dirimu berapa kali aku berusaha lari darimu?

Tapi sosokmu yang senyata silhouette itu terus mengejarku

Bahkan dia masih memburuku hingga ke alam bawah sadarku

Ketika aku berusaha memeluk mimpiku yang hampir pudar disapu pagi

Lalu dimanakah dirimu yang selalu menghiasi ceritaku?

 

 

Dian Widyaningtyas

Lost in your heart

Sunday, Early November 3th, 2013 

Read Full Post »

Masih Tentang Dirimu

cry

Malam ini senandung rindumu menjajah pikiranku

Selalu ada getir tiap mendengarnya

Kau tau itu

Leleh air mata tak ingin kususut

Biarlah!

 

Sejuta rasa merangsek dalam dada

Berontak

Mengaduk-aduk

Berloncatan kesana kemari

Hendak lari

Diam! kataku

Lalu dia terdiam

Pilu

 

Buang saja kenapamu

Biarkan aku puas menangis

Ada wajahmu ditiap linangannya

Ada senyummu ditiap tetesannya

Masihkah berarti bagimu?

 

 

Dian Widyaningtyas

Tender Loving Care

From sleepless night ’till touch the dawn, October 3th, 2013

Picture from this site

 

Read Full Post »

Sudut yang Terabaikan

Hari Jumat sepulang dari kantor seperti biasa aku langsung menuju ke kamarku. Menghadap meja kecil bercermin sambil melepas satu persatu peniti-peniti mungil yang sedari pagi menancap di jilbab coklat tuaku. Beberapa detik berlalu baru kusadari ada yang lain di meja riasku. Sepertinya ada yang menjelajahi meja riasku saat aku tidak berada di rumah. Susunan benda-benda diatasnya sedikit berubah. Dan…hei…kemana larinya debu tebal yang biasanya setia menyelimuti meja bercermin itu? Lalu kubuka lemari kecil yang nempel disampingnya. Sama ! Ada yg pernah menyentuhnya dan menyapu bersih debu tebal di dalamnya. Aku baru ingat…itu pasti kerjaan si mbak yang baru beberapa hari lalu bekerja di rumahku. Aku memang tidak melarangnya masuk ke kamar pribadiku.

Sejak kepergian belahan jiwa, aku memang enggan sekali menyentuh benda-benda yang berada di atas meja riasku. Aku hanya memanfaatkan cerminnya untuk memastikan jilbab yang kupasang sudah rapi menutup kepala dan dada. Aku tidak peduli saat debu mulai menyelimuti meja kecil dan benda-benda di atasnya. Pun aku tidak peduli ketika kian hari cerminnya kian buram tertutup debu. Aku tidak punya keinginan sedikitpun untuk mengusir debu nakal itu. Sungguh aku tidak peduli. Padahal dulu saat belahan jiwa masih ada, aku paling senang duduk berlama-lama di depannya sambil oles ini itu ke seluruh permukaan kulitku. Demi belahan jiwa tercinta. Dan belahan jiwa sangat senang dengan rutinitasku tersebut.

Meja Rias

Akhirnya sekalian saja aku rapikan meja rias itu sesuai keinginanku. Setelah semuanya rapi jali, aku tertegun dan termangu melihat penampilan meja riasku yang telah sekian bulan terabaikan tak kusentuh sama sekali, kini kembali seperti saat belahan jiwa masih ada. Jadi kangen banget dengan kehadirannya. Kusemprot sedikit parfum amber elixir kesukaan belahan jiwa ke pergelangan tanganku. Kuoles tipis-tipis body butter ke tanganku. Memulas tipis lipstick coklat kemerahan pada bibirku. Memberi sedikit rona peach pada tulang pipiku. Lalu demi apa coba? Entahlah….. aku hanya ingin merasakan belahan jiwa ada di sini bersamaku, seperti dulu, sambil memandangku lekat-lekat seolah ingin mengingat setiap detil wajahku. Aku ingin merasakannya lagi walau hanya beberapa detik sebelum aku menyadari bahwa semua itu adalah semu.

***

Dian Widyaningtyas

Tender, Love, and Care

Di ujung rindu yang tak pernah terobati…

Mengetuk pintu malam, September 28th, 2013

Read Full Post »

Imexplore's Blog

exploring some things to explore

LifeBlog

Biblical, Authors' and Writers' Views on Life Issues!

Wild Rose Coffee

When Pleasure and Pain Collide...

Ruang Aksara

“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat & dari sejarah.” -Pramoedya Ananta Toer

Gotta Find a Home

Conversations with Street People

Dream, Play, Write!

Today, make a commitment to your writing.

Eric Carlson (awolsurfer)

Building a Business While Still Having a Life...

playwithlifeorg

4 out of 5 dentists recommend this WordPress.com site

keithgarrettpoetry

Smile! You’re at the best WordPress.com site ever

meganelizabethmorales

MANNERS MAKETH MAN, LOST BOYS FAN & PERPETAUL CREATIVITY.

MENU WISATA DIENG

Portal Wisata Dieng Plateau, Jawa Tengah, Indonesia

Badfish & Chips Cafe

Travel photos, memoirs & letters home...from anywhere in the world

IrPani'S BloG

“Traveling – it leaves you speechless, then turns you into a storyteller.” – Ibn Battuta

Simply Made Kitchen and Crafts

Wholesome family living, simple recipes and crafts

Rahmatullah Barkat's

My life, my hobbies, my story

Fluffy Sensations

Cake me up before you take my bread away

%d bloggers like this: